Manajemen Perdagangan Ritel
“Manajemen Perdagangan Ritel”
·
(Manajemen
Ritel )
Kata ritel berasal dari bahasa Perancis, ritellier, yang berarti memotong atau memecah
sesuatu.
Retail atau eceran
(retailing) dapat dipahami sebagai semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan
barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi
dan bukan penggunaan bisnis.
Lini produk adalah serangkaian produk dan jasa yang berhubungan yang
ditawarkan oleh sebuah perusahaan. Lini produk cenderung berkembang sepanjang
waktu, saat perusahaan menyadari kebutuhan konsumen yang lain. Sumber dan
produk line sebagai pedoman umum bisa dikatakan, bahwa perusahaan besar
sebaiknya mempunyai product line yang relatif lengkap. Sedang perusahaan sedang
dan kecil, sebaiknya mempunyai suatu limited product line. Alasannya, seperti
sudah diketahui, adalah sumber daya yang terbatas untuk perusahaan kecil.
Dengan suatu limited product line, maka akan lebih terjadi
konsentrasi/fokus sehingga peluang berhasil juga akan lebih tinggi. Namun titik
optimal itu terdiri dari 3-5 produk, atau belasan, atau mungkin bahkan puluhan,
dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yaitu:
• Sumber daya keuangan perusahaan. Seberapa jauh kita bisa
membiayai laju pertumbuhan
perusahaan kita sendiri.
perusahaan kita sendiri.
• Tentu keadaan persaingan makin ketat persaingan, product
line-nya harus makin terbatas.
• Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan produk yang lebih differentiated (unik) atau lebih baik.
• Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan produk yang lebih differentiated (unik) atau lebih baik.
Manajer lini produk harus memutuskan
seberapa panjang lini produk. Lini produk terlalu pendek, bila manajer dapat
menambah laba dengan menambah jenis produk. Dan lini produk terlalu panjang,
bila manajer dapat meningkatkan laba dengan mengurangi lini produk.
Mengisi lini produk, alasannya:
1. Mencari laba tambahan
2. Mencoba memuaskan agen penjual yang mengeluh kehilangan penjualan, karena
tidak adanya produk dalam lini tersebut.
3. Mencoba menggunakan kapasitas lebih
4. Mencoba menjadi perusahaan semua lini yang memimpin
5. Mencoba mengisi lubang agar pesaing tidak masuk.
· Pemberdayaan Perdagangan Ritel
kekurangan pada bargaining power dalam menghadapi
supplier-nya maka terdapat tantangan dalam persaingan global yang menuntut
keberadaan UKMK dalam bidang Ritel yang sehat, berdaya saing, dan berkembang
secara berkelanjutan (sustainable). Dipandang perlu pula adanya upaya-upaya
serius untuk melindungi kehidupan berbisnis UKMK Bidang Ritel dari tantangan
persaingan peritel global. Adalah merupakan suatu urgensi bagi peningkatan
kapasitas UKMK menjadi tempat belanja alternatif (ritel modern) yang mampu
bersaing dengan peritel dari jaringan konglomerasi dengan mengangkatnya dari
kondisi marjinal akibat tekanan persaingan. Dengan kata lain, adalah saatnya
untuk memulai gerakan pemberdayaan UKMK Bidang Ritel ini melalui sosialisasi
praktek perdagangan ritel modern yang berkeadilan, dengan kepemilikan usaha
yang diperluas, memiliki multi-peran sebagai Agen Pemberdayaan bagi Masyarakat
Pebisnis Ritel dan Pemasoknya yang berskala UKMK disamping tujuannya
mendapatkan keuntungan usaha, dan memiliki komitmen bagi pembelajaran
masyarakat sehingga mampu membangkitkan jiwa kewirausahaan. Dari sisi kelembagaan,
perbedaan karakteristik pengelolaan pasar modern danpasar tradisional nampak
dari lembaga pengelolanya. Pada pasar tradisional, kelembagaan pengelola
umumnya ditangani oleh Dinas Pasar yang merupakanbagian dari sistem birokrasi.
Sementara pasar modern, umumnya dikelola oleh profesional dengan pendekatan
bisnis. Selain itu, sistem pengelolaan pasar tradisional umumnya
terdesentralisasi dimana setiap pedagang mengatursistem bisnisnya
masing-masing. Sedangkan pada pasar modern, sistempengelolaan lebih terpusat
yang memungkinkan pengelola induk dapat mengaturstandar pengelolaan bisnisnya.
Dari aspek kebijakan, dapat dijelaskan bahwapemerintah telah mengeluarkan
kebijakan-kebijakan tentang penataan perpasaran.
Komentar
Posting Komentar