Promosi Penjualan Ritel
“PROMOSI PENJUALAN RITEL”
Strategi
Promosi Perdagangan Ritel
Sebagaimana
kita ketahui bahwa produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tidak
mungkin dapat mencari sendiri pembeli ataupun peminatnya. 0leh karena itu,
produsen dalam kegiatan pemasaran produk atau jasanya harus membutuhkan
konsumen mengenai produk atau jasa yang dihasilkannya. Salah satu cara yang
digunakan produsen dalam bidang pemasaran untuk tujuan meningkatkan hasil
produk yaitu melalui kegiatan promosi. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa promosi
adalah salah satu faktor yang diperlukan bagi keberhasilan dan strategi
pemasaran yang diterapkan suatu perusahaan terutama pada saat ini ketika era
informasi berkembang pesat, maka promosi merupakan salah satu senjata ampuh
bagi perusahaan dalam mengembangkan dan mempertahankan usaha.
Suatu
produk tidak akan dibeli bahkan dikenal apabila konsumen tidak mengetahui
kegunaannya, keunggulannya, dimana produk dapat diperoJeh dan berapa harganya.
Untuk itulah konsumen yang menjadi sasaran produk atau jasa perusahaan perlu
diberikan informasi yang jelas. Maka peranan promosi berguna untuk:
1. Memperkenalkan
produk atau jasa serta mutunya kepada masyarakat.
2. Memberitahukan
kegunaan dari barang atau jasa tersebut kepada masyarakat serta cara
penggunaanya.
3. Memperkenalkan
barang atau jasa baru.
Bauran
Promosi
Bauran
promosi adalah gabungan dari beberapa promosi dari satu produk sama agar
promosinya dapat maksimal dan hasilnya memuaskan. Hubungan promosi dengan
penjualan yaitu promosi dapat meningkatkan angka penjualan. Pada umumnya
setelah angka penjualan cukup tinggi, suatu badan produksi atau distributor
akan mengurangi kegiatan promosi.
Komponen
produk, harga, tempat, dan promosi atau lebih dikenal dengan 4P (product,
price, place, and promotion) dengan menitikberatkan perhatian yang berbeda-beda
pada keempat variabel tersebut karena tergantung kepada sipembuat keputusan
pemasarannya untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang cenderung
berubah-ubah yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mencapai
tujuan perusahaan, dimana konsep tersebut berlaku bagi bisnis eceran dengan
penekanan pda faktor yang berlainan
Prinsip
dasar pada ritel modern yang terdiri dari 4 P:
a. Product (Produk)
Produk
menurut Kotler and Armstrong (2001) adalah segala sesuatu yang ditawarkan
kepasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan, atau dikomsumsi yang dapat
memuaskan keinginan atau kebutuhan. Menurut Porter (1996), keunggulan suatu
produk agar dapat diterima dan bertahan dipasar ditentukan oleh ciri khas atau
keunikan produk tersebut dibandingkan dengan produk yang lain yang ada dipasar
(Porter, 1996)
b. Price (Harga)
Strategi
dalam penetapan harga bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya :
Harga bundling, harga predatory, harga berbasis
kompetisi, harga cost plus, harga berorientasi pasar, harga
premium, harga psikologis, harga dinamis (Kotler and Armstrong, 2010). Ada tiga
pihak yang menjadi dasar pertimbangan dalam penetapan harga oleh sebuah
perusahaan ritel yaitu konsumen, dirinya sendiri, dan pesaing.
Menurut
Ma’ruf (2005) , impementasi strategi harga antara lain :
-
Penetapan harga secara tetap untuk periode waktu tertentu dan harga yang
ditetapkan secara variatif sesuai fluktuasi tingkat permintaan konsumen.
-
Penetapan harga ganjil, seperti Rp. 99.000, Rp. 199.000, Rp. 749.000
- Leader
pricing, penetapan harga dimana profit marginnya lebih rendah
daripada tingkat yang biasa diraih bertujuan untuk menarik konsumen yang lebih
banyak.
-
Penetapan harga paket, yaitu harga yang didiskon untuk penjualan lebih dari
satu unit per itemnya.
-
Harga bertingkat, ini diberlakukan untuk produk yang mempunyai banyak model dan
harga yang beragam.
c. Promotion (Promosi)
Menurut
Philip Kotler (1997, p.153) proses keputusan pembelian dipengaruhi oleh
rangsangan pemasaran dan rangsangan lain. Bauran promosi yang meliputi
periklanan (advertising), penjualan pribadi (personal selling),
hubungan masyarakat (public relation) dan publisitas(publicity),
promosi penjualan (sales promotion), dan pemasaran langsung (direct
marketing) adalah bagian dari rangsangan pemasaran yang merupakan variabel
yang dapat dikontrol oleh perusahaan.
Menurut
Schoell (1993, p.424), Tujuan promosi adalah memperoleh perhatian, mendidik,
mengingatkan, dan meyakinkan.
d. Place (Lokasi)
Saluran
pemasaran adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung yang terlibat
dalam proses menjadikan barang dan jasa siap digunakan atau dikomsumsi (Kotler,
2002). Menurut Losch, Lokasi penjualan sangat berpengaruh lokasi penjual
sangat berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat digarapnya. Makin jauh
dari tempat penjual, konsumen makin malas membeli karena biaya transportasi
untuk mendatangi tempat penjual semakin mahal. Losch cenderung menyarankan agar
lokasi produksi berada dipasar atau dekat dengan pasar.
Lokasi
adalah faktor terpenting dalam pemasaran ritel. Pada lokasi yang tepat, sebuah
gerai akan lebih sukses dibandingkan gerai
lainnya yang berlokasi kurang strategis, meskipun keduanya menjual produk yang
sama dengan pramuniaga yang sama terampilnya dan mempunyai citra toko yang
bagus.
Anda
yang ingin terjun dalam bisnis retail, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut
untuk memenangkan pasar :
Pertama,
tentukan target pasar. Meskipun bisnis
retail biasa menawarkan berbagai produk kebutuhan masyarakat, namun sebisa
mungkin tentukan target konsumen yang ingin Anda jangkau. Misalnya saja lebih
menekankan harga murah untuk menjangkau konsumen menengah kebawah, atau
menyediakan produk dengan kualitas terbaik untuk menjangkau sasaran pasar
menengah keatas.
Kedua,
ciptakan loyalitas pelanggan.
Memiliki konsumen yang loyal, merupakan strategi tepat untuk meningkatkan
pemasaran. Bukan hanya itu saja, dengan adanya loyalitas konsumen juga membantu
bisnis retail untuk menghadapi persaingan pasar. Ciptakan program-program
promosi yang dapat meningkatkan loyalitas konsumen, contohnya
saja dengan memberikan kartu diskon bagi para member, atau mengadakan event promosi
setiap akhir pekan.
Ketiga,
pilih lokasi usaha yang strategis.
Pemilihan lokasi usaha sangat mempengaruhi tingkat penjualan pada bisnis
retail. Sesuaikan lokasi usaha dengan bisnis retail yang ingin dijalankan,
sebab lokasi usaha juga ikut menentukan potensi pasar. Seperti lokasi yang ada
di tengah pemukiman warga, Anda bisa membuka toko kelontong. Sedangkan untuk
lokasi usaha yang ada di daerah perkotaan, Anda bisa mencoba bisnis retail
dengan minimarket atau supermarket.
Keempat,
cantumkan brand pada setiap produk.
Penanaman image kepada para konsumen, menjadi cara jitu untuk memasarkan bisnis
retail. Yang perlu diingat adalah brand bukan hanya sekedar nama, jadi
cantumkan brand yang telah ditetapkan di setiap produk. Seperti mencantumkan
logo disetiap label harga produk, atau mencantumkan logo pada interior ruangan.
Sehingga brand tersebut menjadi pembeda bisnis retail Anda dengan bisnis para
pesaing.
Kelima,
berikan pelayanan prima kepada konsumen.
Jangan abaikan istilah pembeli adalah raja. Istilah ini memberikan masukan
kepada para pelaku usaha untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi para
konsumen. Biasakan layani konsumen dengan 3S 1A (sambut, senyum, sapa dan
antusias). Lakukan dari hal yang terkecil, seperti menyambut konsumen dengan
salam dan mengucapkan terimakasih setelah mereka selesai berbelanja. Cara ini
sudah dilakukan pada sebagian kecil bisnis retail, seperti Indomart. Jadi konsumen
merasa dihargai ketika berbelanja di tempat Anda, dan tidak segan untuk datang
berbelanja kembali.
Bauran
promosi (promotion mix) menurut Kotler (2005: 264-312)
Kotler
(2005: 264-312), mengatakan bahwa unsur bauran promosi (promotion mix) terdiri
atas lima perangkat utama, yaitu :
1)
Advertising : merupakan semua penyajian non personal, promosi ide-ide, promosi
produk atau jasa yang dilakukan sponsor tertentu yang dibayar.
2)
Sales Promotion : berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan
mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.
3)
Public relation and publicity : berbagai program untuk mempromosikan dan/atau
melindungi citera perusahaan atau produk individualnya.
4)
Personal Selling : Interaksi langsung dengan calon pembeli atau lebih untuk
melakukan suatu presentasi, menjawab langsung dan menerima pesanan.
5)
Direct marketing : penggunaan surat, telepon, faksimil, e-mail dan alat
penghubung nonpersonal lain untuk berkomunikasi secara dengan atau mendapatkan
tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.
Strategi
Pemilihan Media
Tujuan
dari strategi ini adalah memilih media yang tepat untuk kampanye iklan dalam
rangka membuat pelanggan menjadi tahu, paham, menentukan sikap dan membeli
produk yang dihasilkan perusahaan. Adapaun maksud dengan media menurut Fandy
Tjiptono (1995 : 224) adalah salura penyampaian peran komersial kepada khalayak
sasaran. Media tersebut dapat berupa surat kabar, majalah, TV, radio, Short
Message Service (SMS) internet dan email.
Ada
beberapa cara untuk menentukan tujuan periklanan, yaitu
1. Inventory
Approach.
Dalam
pendekatan ini, tujuan periklanan ditentukan dari kumpulan berbagai tujuan
perusahaan yang dilihat dari seluruh sudut pandang pemasaran perusahaan. Dengan
demikian pemasar dapat menyadari bahwa ada banyak tujuan berbedayang bisa
ditekankan dalam periklanan dan pemilihan tujuan hendaknya mempertimbangkan
tujuan pemasaran lainnya. Kelemahan dari pendekatan ini adalah tujuan dapat
dipilih mungkin tidak feasible atau malah bertentangan.
2. Hierarchy
Approach
Pendekatan
ini didasarkan pada dugaan bahwa sebelum membeli produk, pelanggan melewati
tahapan – tahapan variable psikologis. Oleh karena itu tujuan periklanan
haruslah meggerakkan tahapan – tahapan tersebut dalam suatu hirarki. Tujuan
periklanan misalnya menarik perhatian awal pelanggan, persepsi, lalu perhatian
yang lebih besar dan minat membeli. Atau dapat pula mempengaruhi pemahaman,
perasaan, emosi, motivasi, keyakinan, minat, keputusan, citra, asosiasi,
ingatan dan pengenalan pelanggan.
3. Attitudinal
Approach
Pendekatan
ini menyarankan agar sasaran tujuan periklanan adalah mempengaruhi struktur
sikap. Tujuan – tujuan periklanan dapat berupa sebagai berikut :
a. Mempengaruhi
dalam pemilihan kriteria untuk mengevaluasi merek dari kelas produk tertentu
b. Menambah
karakteristik pada hal – hal yang dianggap menonjol pada kelas produk.
c. Mengubah
persepsi terhadap merek pada beberapa karakteristik prosuk tertentu.
d. Mengubah
persepsi terhadap merek yang bersaing pada beberapa karakteristik produk
tertentu.
Komentar
Posting Komentar